STAI MUSLIM ASIA AFRIKA
Wisuda STAI Muslim Asia Afrika; Momentum Transformasi Menuju Insan Terdidik dan Profesional
Wisuda 2026
1/12/20262 min read


Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Muslim Asia Afrika kembali menyelenggarakan Wisuda Sarjana ke-17 pada Ahad, 11 Januari 2026. Prosesi wisuda berlangsung khidmat di Hotel ADIA Suite UIN Jakarta dan diikuti oleh 34 wisudawan dari dua program studi, yakni Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Program Studi Perbankan Syariah.
Sidang Senat Terbuka Wisuda secara resmi dibuka oleh Ketua Senat STAI Muslim Asia Afrika, Dr. Suharwanto, M.Pd. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sambutan Ketua STAI Muslim Asia Afrika, Abdul Kadir, M.Pd.I. Dalam sambutannya, ia menegaskan komitmen institusi untuk terus mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berakhlak mulia serta mampu berkontribusi nyata bagi masyarakat.
Pengawas Yayasan Pendidikan Muslim Asia Afrika, Yunas Konevi, S.H., M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur kepada Allah SWT atas terselenggaranya Wisuda Sarjana STAI Muslim Asia Afrika yang ke-17. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh sivitas akademika yang telah bekerja keras, mencurahkan tenaga dan pemikiran, serta mendampingi mahasiswa hingga berhasil menyelesaikan studi.
Lebih lanjut, Yunas Konevi berharap para wisudawan dapat menjadi sarjana yang rendah hati, adaptif, dan mampu menjawab tantangan zaman, khususnya di era digital, melalui kreativitas dan inovasi sesuai dengan bidang keilmuan masing-masing.
Sambutan juga disampaikan oleh Wakil Koordinator Kopertais Wilayah I DKI Jakarta dan Banten, Prof. Dr. Sururin, M.Ag. Ia mengucapkan selamat kepada seluruh sivitas akademika STAI Muslim Asia Afrika atas terselenggaranya wisuda sarjana ke-17. Dalam pesannya, Prof. Sururin menekankan bahwa terwujudnya kampus yang profesional harus ditopang oleh dosen-dosen yang profesional pula. Menurutnya, salah satu indikator profesionalitas dosen adalah keseriusan dalam mengelola kenaikan pangkat yang mencakup publikasi ilmiah, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan diri secara berkelanjutan.
Selain itu, Prof. Sururin juga berpesan kepada para wisudawan agar senantiasa berbakti kepada kedua orang tua, baik yang masih hidup maupun yang telah wafat. Ia menegaskan bahwa kesuksesan seorang anak tidak terlepas dari doa dan pengorbanan orang tua, khususnya ibu. “Ibu telah mengeluarkan lima air dalam kehidupan kita, yaitu air ketuban, air darah nifas, air susu, air keringat, dan air mata dalam setiap doa malam yang senantiasa mengiringi perjalanan hidup anaknya,” tuturnya.
Sementara itu, orasi ilmiah disampaikan oleh Prof. Dr. Ahmad Tholabi Kharli, Guru Besar Ilmu Hukum Islam sekaligus Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. Dalam orasinya, ia menyampaikan bahwa pendidikan bukan sekadar persiapan menuju kehidupan, melainkan pendidikan itu sendiri adalah kehidupan. Pendidikan merupakan proses berkelanjutan yang membentuk cara berpikir, bersikap, dan bertindak dalam menghadapi realitas sosial, budaya, dan moral sepanjang hayat.
Ia menegaskan bahwa wisuda bukan sekadar seremonial akademik, melainkan momentum reflektif dan transformatif yang menandai peralihan peran dari mahasiswa menjadi insan terdidik yang siap mengabdikan ilmu, nilai, dan tanggung jawab bagi masyarakat, bangsa, dan agama.
Wisuda Sarjana STAI Muslim Asia Afrika ke-17 ini turut dihadiri oleh jajaran Yayasan Pendidikan Muslim Asia Afrika, sivitas akademika STAI Muslim Asia Afrika, Wakil Kopertais Wilayah I DKI Jakarta dan Banten beserta jajaran, para wisudawan, serta keluarga.
Kontributor: Qomaruddin Hidayat, M.Pd.
(Dosen STAI Muslim Asia Afrika)