Peran Generasi Beragama di Tengah Disrupsi AI dan Fintech

4/11/20261 min read

Stadium Generale STAI Muslim Asia Afrika: Generasi Beragama Menjawab Tantangan AI dan Financial Technology

STAI Muslim Asia Afrika menyelenggarakan kegiatan Stadium General bertema “Generasi Beragama Menjawab Tantangan Artificial Intelligence dan Financial Technology” yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Kamis, 9 April 2026.

Kegiatan ini menghadirkan Mukhlisin, M.A sebagai narasumber pertama dan M. Roy Fayusyar, S.Kom., M.M.S.I sebagai narasumber kedua. Diskusi dipandu oleh Qomaruddin Hidayat, M.Pd., serta diikuti oleh mahasiswa, alumni, sivitas akademika, dan peserta umum.

Kegiatan dibuka dengan sambutan Ketua STAI Muslim Asia Afrika, Abdul Kadir, M.Pd.I. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi kepada seluruh narasumber, moderator, dan peserta yang telah berpartisipasi. Ia juga menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperluas wawasan serta membuka ruang interaksi langsung dengan para ahli di bidangnya.

Dalam pemaparannya, M. Roy Fayusyar, S.Kom., M.M.S.I menjelaskan bahwa Artificial Intelligence (AI) merupakan teknologi yang memungkinkan mesin meniru kecerdasan manusia, seperti dalam pengambilan keputusan, analisis data, hingga otomatisasi pekerjaan. Sementara itu, Financial Technology (fintech) menghadirkan inovasi layanan keuangan berbasis digital, seperti pembayaran online, pinjaman digital, hingga sistem keuangan berbasis aplikasi. Ia juga mengulas peluang besar yang dihadirkan kedua teknologi ini, sekaligus menekankan pentingnya etika dan literasi digital agar pemanfaatannya tetap bertanggung jawab.

Materi kemudian dilanjutkan oleh Mukhlisin, M.A yang menyoroti pentingnya kesiapan generasi beragama dalam menghadapi perkembangan AI dan fintech, baik saat ini maupun di masa depan. Ia menegaskan bahwa generasi beragama tidak boleh menolak kemajuan teknologi, melainkan harus mampu mengimbanginya dengan nilai-nilai agama sebagai landasan integritas dan tanggung jawab, sehingga teknologi dapat dimanfaatkan untuk kemaslahatan.

Kegiatan diakhiri dengan sesi tanya jawab dan foto bersama. Para peserta tampak antusias dalam mengajukan pertanyaan, khususnya terkait penerapan AI dan fintech dalam kehidupan sehari-hari, serta strategi untuk meminimalisir ketergantungan terhadap teknologi, terutama di dunia pendidikan. Seluruh pertanyaan dijawab secara jelas dan komprehensif oleh para narasumber.

Melalui kegiatan ini, STAI Muslim Asia Afrika menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi beragama yang adaptif, kritis, dan berintegritas, serta mampu menjadikan kemajuan teknologi sebagai sarana kebaikan dan kemaslahatan di era digital.